Featured

Haruskah hidup dengan sikap yang berani untuk menjelajahi dunia ini ?...

Oleh : Abdul Rouf

GANASBERKEMAJUAN- Pribadi yang besar dan hebat tentu tidak akan sama dengan pribadi orang biasa, orang yang hidup dekat mereka, akan dapat terlihat sisi kelemahannya dan kekurangannya. Karena itu orang yang memaksa tunduk kepadanya, bukanlah dia ataupun orang lain. Orang tunduk terhadanya yaitu karena naluri.

Hal yang seperti itu akan dijumpai dalam diri orang yang berani, namun yang harus digaris bawahi orang yang berani bukan saja yang berani berperang dalam medan pertempuran, tetapi berani menghadapi persoalan yang sulit dalam menjalani hidup.

Dia sekali-kali tidak takut dengan kegalauan dan rasa kecemasan, tidak ragu-ragu dalam persoalan yang sulit bagi orang lain itulah orang besar. Mungkin dalam pandangan orang lain ada pekerjaan yang besar, namun menurutnya pekerjaan yang wajib dia dikerjakan.

Walaupun kita bukan seorang pahlawan yang berperang di medan pertempuran, walaupun di leher dan bahu baju kita tidak ada tanda-tanda atribut kemiliteran, ketentaraan atau bahkan kepolisian. Apalagi kita sudah mendengar semua seperti halnya yang dilakukan kerajaan Sunda-Empire banyaknya atribut yang menempel tapi pada akhirnya bukan menjadi pahlawan juga, justru malah runtuh oleh pihak yang berwajib karena melanggar hukum.

Sehingga kita pun bisa mendapatkan orang yang disegani bahkan ditakuti, yang terpenting setiap gerak langkah hidup kita, ada sifat berani untuk melakukan perjuangan melebihi kesanggupan orang lain, sehingga orang akan menjadi kagum dan hormat.

Muhammad Ali Pasya yang mendirikan negara mesir pernah berkata "kesempatan datang dengan tiba-tiba dan pergi pun dengan tiba-tiba juga. Orang yang berani menangkap kesempatan itulah yang sanggup menciptakan pekerjaan besar. Berilah aku kesempatan dan lemparkanlah aku ke laut". Maka dari itu takut gagal adalah gagal yang sejati, takut mati adalah mati sebelum mati.

Kita dengar juga perkataan dari seorang tokoh bangsa kita Buya Hamka "hari telah hujan semalam, sekarang matahari telah terbit, cerah langit sepagi ini. Mari kawan kita maju ke depan bersama-sama, riang gembira.
Mari Nasib kita, kita sendiri yang akan menentukan siapa diri kita salam juang salam kaum intelektual.

Comments