Skip to main content

Featured

Haruskah hidup dengan sikap yang berani untuk menjelajahi dunia ini ?...

Oleh : Abdul Rouf GANASBERKEMAJUAN-  Pribadi yang besar dan hebat tentu tidak akan sama dengan pribadi orang biasa, orang yang hidup dekat mereka, akan dapat terlihat sisi kelemahannya dan kekurangannya. Karena itu orang yang memaksa tunduk kepadanya, bukanlah dia ataupun orang lain. Orang tunduk terhadanya yaitu karena naluri. Hal yang seperti itu akan dijumpai dalam diri orang yang berani, namun yang harus digaris bawahi orang yang berani bukan saja yang berani berperang dalam medan pertempuran, tetapi berani menghadapi persoalan yang sulit dalam menjalani hidup. Dia sekali-kali tidak takut dengan kegalauan dan rasa kecemasan, tidak ragu-ragu dalam persoalan yang sulit bagi orang lain itulah orang besar. Mungkin dalam pandangan orang lain ada pekerjaan yang besar, namun menurutnya pekerjaan yang wajib dia dikerjakan. Walaupun kita bukan seorang pahlawan yang berperang di medan pertempuran, walaupun di leher dan bahu baju kita tidak ada tanda-tanda atri...

Benarkah manusia itu punya hubungan yang tidak bisa di pisahkan antara tubuh dan jiwanya.


GANASBERKEMAJUAN.COM,- Pada pembahasan kali ini saya akan berdiskusi kepada sobat-sobat semua tentang pengaruh kesehatan tubuh, untuk pembinaan kepribadian seseorang.

     Pernahkan sobat semua bertemu dengan orang yang sangat mudah sekali untuk marah, suka murung tidak mau bergaul, susah untuk ngobrol dengan masyarakat sekitarnya, ataupum suka bergembira, menyenangkan dan lain-lain.

      Nah sebetulnya kita pun harus mengetahui ataupun menggali rahasia hubungan antara tubuh dengan jiwanya seseorang. Kalau melihat teori lama bahwa manusia itu dapat di pengaruhi oleh hawa tubuh diantaranya :
      . Suka bergaul, mukanya jernih ketika di pandang, percaya diri, pikirannya bersih, bertanggung jawab atas perbuatannya, cepat dalam berpikir dan mengambil kesimpulan. Nah sikap ini dapat di pengaruhi oleh darah, disebut dengan (Sanguine).
      . Sikapnya keras, cepat sekali terpengaruh, kuatnya kemauan, tidak mudah memberi maap, susah bergaul dengan kamu iya kamu yang lagi baca hiyahiya, nah sobat kalau yang ini terpengaruh karena yang ada dalam tubuhnya yaitu empedu ini disebut dengan (Choleric).

      . Pernahkah sobat merasakan adanya sikap yang tenang, dan terkadang malas, tidak mudah terpengaruh, orangnya lalai, dan tidak peduli. Maka ini menurut teori lama di sebut dengan (Phlegmatig).
     . Orangnya penyedih hati, sukanya sendirian aja, suka waswas, tidak mudah percaya kepada orang lain, ketakutan tanpa sebab, karena hawa tubuhnya adanya pengaruh oleh empedu hitam sedangkan yang ini di sebut (Melancholic).

      Tetapi kalau kita rasakan situasi masyarakat kita masing-masing berbeda yah kayaknya ?. .. Misalnya sobat ada yang asli orang sunda, orang jawa, orang betawi, orang makasar, orang ambon, orang padang dan lainlain. Dari segi cara berbicara saja setiap individu itu kan jelas adanya perbedaan orang gunung misalnya sama orang yang pinggir laut, nilai sendiri saja bagaimana daerah tersebut.

       Nah dalam teori baru dengan zaman kita sekarang itu tidak menerima lagi teori lama itu. Karena menurut penelitian yang saya baca di buku pribadi Hebat hal 65 karya Buya Hamka bahwa teori lama itu di pandang bahwa sudah kuno,kolot.
      Karena keturunan, lingkungan sekitar, keadaan negerinya setiap individu, pengaruh makanan yang setiap mahkluk tentu ini sebuah kebutuhan yang sudah pasti harus di isi, terus adanya pergaulan, penyakit yang pernah di alaminya, pengalaman perjalanan hidup, serta kejadian yang pernah di alami dan mungkin tidak bisa dilupakan, nah menurut teori sekarang itulah yang mempengaruhi setiap jiwa manusia dalam arti setiap individu atau perseorangan.


     Karena kita ketahui bersama bahwa tubuh itu saling berkaitan dengan jiwa antara aku dan dia hiyahiya, sedangkan dalam tubuh itu ada beberapa hal yang akan menentukan arah jiwa setiap orang, pernahkah sobat merasakan salah satu tubuh yang sakit misalnya sakit perut sedangkan sobat waktu sakit itu sedang berlangsungnya melakukan belajar apakah jiwa sobat tetap pokus dalam belajarnya atau bagaimana?, dan di pastikan jiwanya pun akan merasakan dengan hal itu bukan.

      Nah makannya antara tubuh dan jiwa itu harus sama-sama bekerjasama untuk menjadi pribadi yang sehat tubuhnya dan sehat juga jiwanya. jagalah makanan yang masuk ke dalam tubuh dan jagalah pikiran agar terus memasukkan pengetahuan, untuk meyakinkan bahwa pribadi kita kuat, sehat, hebat sehingga terciptanya pribadi yang pejuang dan menjadi kaum intelektual yang Religius.

Sekian dan terimakasih.....

Www.ganasberkemajuan.com
GANASBERKEMAJUAN.COM
Salam juang - Salam kaum intelektual
     

Comments