Skip to main content

Featured

Haruskah hidup dengan sikap yang berani untuk menjelajahi dunia ini ?...

Oleh : Abdul Rouf GANASBERKEMAJUAN-  Pribadi yang besar dan hebat tentu tidak akan sama dengan pribadi orang biasa, orang yang hidup dekat mereka, akan dapat terlihat sisi kelemahannya dan kekurangannya. Karena itu orang yang memaksa tunduk kepadanya, bukanlah dia ataupun orang lain. Orang tunduk terhadanya yaitu karena naluri. Hal yang seperti itu akan dijumpai dalam diri orang yang berani, namun yang harus digaris bawahi orang yang berani bukan saja yang berani berperang dalam medan pertempuran, tetapi berani menghadapi persoalan yang sulit dalam menjalani hidup. Dia sekali-kali tidak takut dengan kegalauan dan rasa kecemasan, tidak ragu-ragu dalam persoalan yang sulit bagi orang lain itulah orang besar. Mungkin dalam pandangan orang lain ada pekerjaan yang besar, namun menurutnya pekerjaan yang wajib dia dikerjakan. Walaupun kita bukan seorang pahlawan yang berperang di medan pertempuran, walaupun di leher dan bahu baju kita tidak ada tanda-tanda atri...

Calon Guru di Fakultas Ilmu Keislaman Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Bandung.

Www.GanasBerkemajuan.blogspot.com

GANASBERKEMAJUAN,
Salam Bijak - Salam kaum Intelektual
Penulis : Abdul Rouf
Ahad, 12 januari 2020.
Www.GanasBerkemajuan.blogspot.com


Dalam perjuangan mahasiswa untuk memahami pengetahuan sebagai kaum intelektual tentu harus menggali berbagai sumber, sebagai dasar pengetahuan itu ada.
Dalam pertemuan mata kuliah Pendidikan Psikologi, di kampus 2 Universitas Muhammadiyah Bandung. Dosen menyampaikan kepada mahasiswa beberapa materi yang nanti akan di ujikan sebagai bahan evaluasi pembelajaran khususnya kelas PAI 3 B.
Tentang materi-materi yang sudah di ajarkan supaya lebih di pahami lagi, "jangan di hafal tapi di pahami karena kalau di hapal nantinya lupa tapi lebih di pahami karena ibu akan menilai bukan secara tekstual tapi konstekstual. mudah mudahan menghasilkan nilai yang memuaskan. kalian pasti bisa dan sukses selalu." tutur Salah satu Dosen Psikologi Pendidikan di Fakultas Ilmu Keislaman Universitas Muhammadiyah Bandung ( Dea siti Ruhansih M,pd ).
(sabtu, 11/01/2020 ).
Teman-teman mahasiswa tentunya sangat terkesan dengan diakhirinya materi terakhir itu yang akan menjelang Ujian Akhir Semester dengan ditutup foto bersama dengan salah satu dosen di Universitas Muhammadiyah Bandung. 
Bahkan dari Ketua Kelas
( Bungusen)sabtu,11/01/2020 memberikan komentar  "karena memang jarang-jarang kita bisa foto bareng dengan dosen diakhir mata perkuliahan menjelang UAS ini, hanya tinggal beberapa hari lagi. apalagi dosen Psikologi Pendidikan ini terus menampung masalah-masalah tentang kejiwaan ataupun kelainan dalam jiwa manusia, terutama dalam segi metode teori Psikologi dan mencari jalan alternativenya. dan tentunya memberikan solusi yang tepat secara Agamis sesuai tuntunan Agama. yang mudah-mudahan foto kelas ini bisa menjadi motivasi buat teman-teman semuanya Amiin.... Mari teman-teman kita maksimalkan ikhtiar belajar kita dengan sungguh-sungguh, dan tidak lupa juga diiringi dengan Do'a terhadap Alloh subhanahuwataalla. Semoga di berikan kemudahan dan kelancaran sehingga apa yang kita harapkan bisa tercapai.kurang lebih begitulah ungkapannya.

Manusia itu mempunyai organ tubuh yang sangat sempurna yang di ciptakan oleh Tuhan misalnya Otak, Darah, Perut, dan alat kelamin menentukan Kepribadian seseorang. Otak adalah markas atau pemimpin tertinggi yang memegang kekuasaan kerajaan diri manusia.Di sana terpegang pikiran, perasaan, dan Kemauan setiap manusia .
Bahkan menurut pendapat (khalif al-maun) mengatakan "jika tidak ada 3 perkara, Rusak dan binasalah dunia ini. Apa aja itu ?... Mari kita sama-sama membacanya. Jika tidak ada syahwat, putuslah keturunan. Jika tidak ada keinginan mencari nafkah rusak dan binasalah penghidupan. Jika tidak ada keinginan terkemuka, habislah ilmu pengetahuan." 
Kita kembali lagi peran mahasiswa yang menjadi kaum intelektual yang dipandang oleh masyarakat kita, bahwa mahasiswa serba bisa, serba tau karena memang mahasiswa sebagai penuntut ilmu. Apalagi sebagai calon guru yang akan mengemban Amanah untuk mencerdaskan anak-anak bangsa di negeri kita.
Tentu sebagai mahasiswa yang mengambil jurusan program studi Pendidikan Agama Islam harus lebih serius dalam mencari pengetahuan. Pendekatan kepada murid, pendekatan kepada orang tua murid, pendekatan kepada masyarakat, memberikan solusi yang tepat, sehingga adanya kemajuan dalam pendidikan. 
Serta agar tidak terjadinya faktor internal yang akan menghambat masuknya ilmu. Maka dari itu harus melihat kondisi lingkungan misalnya, lingkungan keluarga,lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah dan yang lainnya.
Supaya sehatnya akal pikiran, sehatnya pendidikan, sehatnya lingkungan sekolah sehingga terwujudnya masyarakat yang Berkemajuan.



Www.GanasBerkemajuan.blogspot.Com
GANASBERKEMAJUAN,   
salam bijak - salam kaum intelektual

Fakultas Ilmu Keislaman 
Pendidikan Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Bandung.

Comments

  1. Alhamdulillah suksen pa abdul rouf, mudah2n karya2nya bisa di nikmati dan di sukai banyak orang.salam PAI.

    ReplyDelete
  2. Amiin terimakasihh suportt dan dukungannya ka Anonymouse.

    ReplyDelete

Post a Comment