Kehidupan kita pasti ada naik turunnya untuk menjalani hidup ini.pernahkah anda merasakan semangat yang membara, bahkan males semales malesnya untuk menjalani aktivitas biasanya, namun tidak di pungkiri itulah memang kehidupan di dunia ini adanya gerak, sedangkan gerak berarti hidup.
Orang yang tidak pernah bahagia dirumahnya, di pastikan tidak akan pernah bahagia dimanapun. Kita sama-sama ketahuilah bahwa tempat yang paling tepat untuk mencari kedamaian, ketenangan jiwa kita yang jauh dari citra kepalsuan ialah rumah kita sendiri.
Dan kita sebagai manusia mempunyai keinginan apa yang kita harapkan, dan bahkan kita adanya rasa ke khawatiran untuk kehilangan sesuatu yang di harapkan makannya berusaha keras untuk mendapatkannya bukan. Bahwa harapan dan rasa khawatir yang berguna adalah yang berhubungan dengan amal, dan hari ini adalah hari amal bukan perhitungan sedangkan besok adalah hari perhitungan bukan hari amal.
Kita lihat sejarah seorang ulama besar yang menghadapi kehidupan di dunia ini menghadapi cobaan yang luarbiasa dahsyatnya pada zamannya ketika seorang ulama ini diancam mati matian oleh pemerintahannya sendiri untuk mengatakan bahwa al-quran adalah mahkluk, namun beliu menolaknya mentah-mentah sehingga di bawalah seorang ulama besar itu dalam kurungan jeruji besi di tikam, di pukul, di caci maki, di borgol dengan besi besar sehingga badannya merasakan kesakitan, namun hatinya tetap teguh dalam pendiriannya. Sangat luar biasa perjuangan hidupnya untuk mempertahankan keyakinannya.
Namun Ahmad bin Hanbal, ketika di tanyai oleh muridnya " kapan ketenangan, kedamaian itu datang ?.. Jawabnya jika kamu mengijakan kakimu di syurga, maka kamu akan merasakan ketenangan. Tidak ada waktu istirahat di dunia ini sebelum di syurga, yang ada di dunia ini hanyalah gangguan, kebisingan, fitnah, peristiwa yang mengerikan, musibah dan bencana, sakit, kesedihan, kegalauan, dan yang lainnya. Menurut Dr Aidh al-Qarni mengatakan "kehidupan adalah minuman kotor yang merupakan campuran berwarna yang tidak pernah tetap ada kenikmatan , ada kesengsaraan, ada tekanan ada kelegaan ada kekayaan ada juga kemiskinan.
"sesungguhnya orang mukmin itu seperti lebah, yang makan makanan yang baik-baik dan mengeluarkan dan mengeluarkan sesuatu yang baik".(Sabda Rosululloh sollalohualaihiwasalam)
Maka dari itu kita lihat perkataan dari
Dr.Aidh al-qarni "keengganan untuk belajar adalah penjara bagi lisan, kebekuan untuk hati, kerusakan bagi otak, kematian bagi kepribadian. Kelesuan ditengah perjalanan meraih pengetahuan dan kekeringan bagi pikiran.
Kalau misalkan ada di antara kita yang tidak mempunyai tujuan hidup maka segeralah untuk membuat tujuan hidup sebagai jalan menuju keberhasilan yang kita inginkan, karena orang yang tidak mengetahui tujuan maka jalannya akan terasa lebih panjang, yang hanya akan membuat perjalanan kita justru kecapean tanpa adanya hasil yang harus kita bawa.
Sumber:/gambarpribadi
"sebaik-baik perbuatan adalah yang dilakukan seseorang terus menerus walaupun sedikit" (sabda Rosulullohsolaulohualaihiwasallam).
Kita simpulkan bahwa perencanaan yang kurang matang akan menjadi beban pikiran yang berkepanjangan, hal ini disebabkan oleh ketidakmampuannya untuk memperkirakan batas kemampuan diri serta mengarahakan untuk menjadikan pikiran dan pandangannya terbangun dengan benar. Dan harus ditentukan mana yang harus di tekuninya dalam menyelesaikan sesuatu, sehingga bidangnya jelas. Meski sedikit kita melakukan yang terpenting keinginan kita tercapai, salam juang salam kaum intelektual.
Wallahu'alam ....
Www.GanasBermemajuan.com
GANASBERKEMAJUAN.COM
Salam juang - Salam Kaum Intelektual
Lanjut kan
ReplyDelete