Skip to main content

Featured

Haruskah hidup dengan sikap yang berani untuk menjelajahi dunia ini ?...

Oleh : Abdul Rouf GANASBERKEMAJUAN-  Pribadi yang besar dan hebat tentu tidak akan sama dengan pribadi orang biasa, orang yang hidup dekat mereka, akan dapat terlihat sisi kelemahannya dan kekurangannya. Karena itu orang yang memaksa tunduk kepadanya, bukanlah dia ataupun orang lain. Orang tunduk terhadanya yaitu karena naluri. Hal yang seperti itu akan dijumpai dalam diri orang yang berani, namun yang harus digaris bawahi orang yang berani bukan saja yang berani berperang dalam medan pertempuran, tetapi berani menghadapi persoalan yang sulit dalam menjalani hidup. Dia sekali-kali tidak takut dengan kegalauan dan rasa kecemasan, tidak ragu-ragu dalam persoalan yang sulit bagi orang lain itulah orang besar. Mungkin dalam pandangan orang lain ada pekerjaan yang besar, namun menurutnya pekerjaan yang wajib dia dikerjakan. Walaupun kita bukan seorang pahlawan yang berperang di medan pertempuran, walaupun di leher dan bahu baju kita tidak ada tanda-tanda atri...

Mempertahankan hidup dengan apa yang di kerjakannya, keringat yang keluar untuk menyambung nyawa hidupnya.


                       Oleh : Abdul Rouf

GANASBERKEMAJUAN.COM-, Siang hari itu tanggal 25 januari 2020 saya mengantar istri untuk berbelanja ke salah satu pasar di kota subang, tidak sengaja saya di lihatkan oleh ibu-ibu yang membawa anaknya bahkan ada juga balita yang di gendongnya, serta membawa sedikitnya belanjaan ya mungkin habis belanja, saya ketika itu juga di kagetkan dengan ibu-ibu tersebut yang lagi jalan beserta anaknya sebanyak 3 orang jadi semuanya 5 orang tambah ibu-ibunya 2, dan semuanya 5 orang tersebut langsung menaiki sebuah becak dengan dipaksakan untuk masuk semuanya ke becak tersebut, dengan tempat duduknya yang cukup hanya 2 orang (di pikiran saya masa kagak kasian ibu itu ke bapak becaknya).

      Tidak tau alasannya karena ingin memperkecil uang ongkosnya atau tidak ada lagi, tapi saya rasa masih banyak di sekitarnya, sambil di panggil oleh istri "bang ayo,, bang ih .. malah liatin orang lain",(sambil di tarik tangan saya). Saya pada saat itu langsung di abadikan lewat kamera saya kayaknya bagus untuk di buat tulisan. Lalu kapan becak itu ada yah sebenernya? dan masih ada gitu sampai zaman sekarang. Bahkan kota kota besar pun masih banyak, mari kita bahas. 

      Kalau kita lihat sejarahnya transportasi beroda tiga ini yaitu becjak sebutan dari tiongkok dan kita di indonesia sebutnya becak, ada kisah mengharukan sebenarnya. Yaitu adanya bentuk kesetiaan seorang suami kepada sang istri tercintanya.

      Sehingga membuatkan sebuah alat kendaraan yang sederhana pada tahun 1865 itu, yaitu seorang misionaris amerika Jonathan goble, yang sedang tugas di kota yokohama, jepang. suatu hari sedang berjalan jalan sambil melihat pemandangan sambil berpikir ia menggambarkan kereta kecil tanpa atap, dan rancangan tersebut ia kirimkan kepada sahabatnya yaitu Frank pollay, karena dia jonathan goble terpikir untuk istrinya Eliza weeks, yang sedang mengalami lumpuh ingin di buatkan transportasi beroda tiga itu, yaitu becak.
      
      Dan di majalah Jawa shimbun terbitan 20 januari 1943,(web:Histori tempo zaman dahulu) menyebutkan bahwa becak di perkenalkan di daerah makasar ke batavia akhir tahun 1930an. Dan di perkuat adanya perjalanan seorang wartawan jepang ke daerah indonesia termasuk makasar, dan becak di temukan oleh orang jepang yang tinggal di makasar dan dia bernama Seiko-san, itu pun mempunyai toko sepeda karena risih melihat tumpukkan sepeda yang tidak terjual dia berpikir untuk meringankan ruangan yang di penuhi sepeda itu, dengan di buatkannya becak.
    

      Nah kita ambil hikmahnya bahwa bapak tukang becak itu yang menggayuhkan becaknya mau tidak mau karena kebutuhan hidup, maka di antarkanlah penumpang tersebut kemana dia pergi maka akan di ikuti,dan harus di ikuti sesuai alamat yang di tujunya, meski penumpang itu tidak sesuai dengan tempat duduknya yang dia siapkan di dalam becaknya, ya itulah kehidupan tidak di antarkan mau gimana nanti makan itu ko yang di tunggu untuk kebutuhannya. Meski harus ekstra tenaga yang di keluarkannya.

      Bapak itu yang mengeluarkan tenaga pikiran, hujan, panas dia lewati. Bahkan dia tidak peduli orang sekitar mau mengatakan seperti apa yang terpenting pulang bawa nasi agar bisa makan untuk mempertahankan hidupnya bersama istri dan anak-anaknya yang penting hasilnya itu halal. Orang yang percaya kepada diri sendiri tidak merasa hina apa yang sedang di tekuninya dan apa yang sedang di kerjakannya.

      Dalam Agama islam mengajarkan bahwa manusia yang paling mulia di hadapan Alloh Swt, yaitu orang yang paling bertakwa kepada tuhan yang maha memberi segalanya, Buya Hamka mengatakan bahwa Takwa adalah bakti. Bakti terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negaranya. Bersyukurlah apa yang sedang anda kerjakan hari ini. Tetap semangat...
Sekian dan terimakasih....

WWW.GANASBERKEMAJUAN.COM
GANASBERKEMAJUAN.COM
salam juang - salam kaum intelektual
      
      
      

Comments