Skip to main content

Featured

Haruskah hidup dengan sikap yang berani untuk menjelajahi dunia ini ?...

Oleh : Abdul Rouf GANASBERKEMAJUAN-  Pribadi yang besar dan hebat tentu tidak akan sama dengan pribadi orang biasa, orang yang hidup dekat mereka, akan dapat terlihat sisi kelemahannya dan kekurangannya. Karena itu orang yang memaksa tunduk kepadanya, bukanlah dia ataupun orang lain. Orang tunduk terhadanya yaitu karena naluri. Hal yang seperti itu akan dijumpai dalam diri orang yang berani, namun yang harus digaris bawahi orang yang berani bukan saja yang berani berperang dalam medan pertempuran, tetapi berani menghadapi persoalan yang sulit dalam menjalani hidup. Dia sekali-kali tidak takut dengan kegalauan dan rasa kecemasan, tidak ragu-ragu dalam persoalan yang sulit bagi orang lain itulah orang besar. Mungkin dalam pandangan orang lain ada pekerjaan yang besar, namun menurutnya pekerjaan yang wajib dia dikerjakan. Walaupun kita bukan seorang pahlawan yang berperang di medan pertempuran, walaupun di leher dan bahu baju kita tidak ada tanda-tanda atri...

Hidup adalah gerak dan gerak adalah maju, saat anda berani, ketika itulah engkau mempunyai pribadi..

(www.ganasberkemajuan.com)

Oleh : Abdul Rouf

GANASBERKEMAJUAN.COM- Kita sebagai manusia mempunyai akal pikiran untuk bisa menentukan segala aktivitas, setiap gerak langkah kehidupan yang harus jelas mempunyai tujuan. Dan kita pun di bebaskan untuk berekpresi untuk menjalani hidup ini, namun yang harus kita sadari bahwa setiap yang telah di lakukan harus bisa menanggung apa yang sudah di lakukannya.

      Caranya berpikir melihat lingkungan, keturunannya, pergaulan hidupnya, serta pengalaman yang bisa membentuk pandangan hidup seseorang. Sehingga dia melewati jalannya sendiri yang tentu tidak sama jalannya dengan orang lain.

      Berbeda-beda dalam pendapat pikirannya itu sesuai dengan pengalaman dan pergaulan yang telah di jalaninya. Agar tercapainya kesempurnaan pribadi itu, haruslah jelas dan kenyataan apa yang telah anda pikirkan terhadap setiap persoalan-persoalan yang telah anda kemukakan walaupun pendapatnya berbeda dengan orang lain.

      Anda mengatakan apa yang sudah diketahui dan dirasakan hingga dapat dikerjakan, dan mengerjakan apa yang telah anda pikirkan. Sehingga apa yang dikerjakannya itu mempunyai kualitas yang tinggi untuk di kemukakan oleh banyak orang dan bisa di realisasikan gagasan dan pekerjaan itu.

      Percuma ketika misalnya anda mempunyai gagasan-gagasan yang hebat yang muncul dari pikiran anda, tapi tanpa ada yang bisa mengerjakan gagasan itu sayang sekali gagasan itu hanya menjadi bayangan dan khayalan semata. Artinya bahwa manusia itu ada yang hebat dalam berpikir dan ada juga yang ahli dalam mengerjakan pikiran itu.

      Maka dari itu antara pikiran akal dan otot yang mengerjakan yang ada dalam diri manusia harus bekerjasama, untuk membuatkan hasil yang telah di buatnya itu.
Disini penting sekali kita sebagai manusia yang di ciptakan sebagai mahkluk sosial supaya saling melengkapi antara buah pikiran dan mengerjakan.

     Pengalaman saya ketika itu yang masih menjadi salah satu mahasiswa di bogor dan aktif di Badan Eksekutive Mahasiswa (BEM) pada tahun 2017, ketika mulainya diskusi dalam satu forum itu, salah satunya saya memberikan masukkan untuk mengadakan kegiatan, dari konsep yang sudah saya buat dan yang sudah saya pikirkan waktu itu meski sederhana ingin membumikan gerakan literasi dalam kampus dan (BookFair). 

      Dan diterima lah gagasan yang saya lontarkan itu, dan ada juga sebagian yang kontra terhadap rencana itu. Meski sebenarnya kita harus sadar bahwa tidak semua orang akan marah ataupun benci, pasti ada orang yang akan menyetujuinya. Jangan hanya mengingat orang yang tidak suka, tapi harus ingat pula bahwa banyak orang yang menyetujui dan suka atas  pendapat kita. Benarlah apa yang dikatakan socrates, "jika kamu ingin kenal siapa dirimu, maka pahami pribadimu sendiri.

      Namun tidak lama kemudian semua yang ada dalam forum itu menyetujui atas program itu, akhirnya menyepakati apa yang telah di diskusikan.
Dan pada saat itu kami dari mulai masuk kuliah, tidur, makan, mandi, dan beraktivitas yang lainnya tetap di dalam gedung yang begitu luasnya, maksudnya asrama yang berkonsep pesantren perguruan tinggi salah satu yang ada di bogor jawa barat. 

       Dan saya salah satunya termasuk yang mendapatkan beasiswa gratis full sampai sarjana pada waktu itu. Meski saya hanya satu tahun kurang lebih yang harusnya empat tahun menjalani pendidikan itu, ya karena ada beberapa persoalan keluarga yang harus saya benahi di kampung halaman saya pada pada saat itu, akhirnya saya mengundurkan diri dari program sarjana itu. Singkat cerita saya melanjutkan kuliah di bandung meski harus mengulang karena berbeda jurusan dan sampai saat ini saya memasuki semeseter empat.

      Kita kembali lagi terkait gagasan dan yang mengerjakan itu, tibalah saatnya saya sibuk untuk melakukan lobby kepada pihak kampus dan para Asatidz kami memanggilnya, ya seperti para dosen pada umumnya. dan tidak lupa juga kepada kawan-kawan perjuangan saya, karena di sisi lain para mahasiswa di tuntut harus memenuhi target hafalan al-qur'an dan hadist, maka semuanya direpotkan terhadap tuntutan itu yang sudah menjadi kewajiban kami juga.

      Serta para Asatidz memberikan masukan dan arahan yang terus di arahkan perpindahan jadwal kegiatannya, akhirnya gagasan itu hanya menjadi catatan besar untuk kami sebagai aktivis kampus yang memang di batasi pada saat itu.

      Kita ambil sedikitnya hikmah bahwa setiap zaman ada massanya dan setiap massa ada zamannya, teknologi semakin canggih ilmu pengetahuan begitu cepat dan mudah di akses tinggal klik dan pencet bisa langsung muncul.
Apabila kita bermasyarakat pasti ada lawan yang harus kita hadapi, kalau yang tidak memiliki lawan hanyalah orang yang tidak berani untuk bertanding itulah yang di ajarkan oleh Buya Hamka seorang tokoh nasional.

" Ada hubungan signifikan antara keberanian dan keberhasilan. Orang sukses selalu mengambil risiko untuk sukses, dan untuk mengambil risiko itu memerlukan keberanian".
              -(Thomas J. Stanley, Ph.D)-

Sekian dan terimakasih
WWW.GANASBERMEMAJUAN.COM
GANASBERKEMAJUAN.COM
Salam Juang - Salam Kaum Intelektual



      

Comments